Mengenal Lebih Dekat Kayu Meranti

Mengenal Lebih Dekat Kayu Meranti

Kayu meranti merupakan jenis kayu populer di Indonesia. Sebab kayu ini dikenal sebagai kayu anti rayap. Umumnya kayu ini digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan bangunan seperti bangunan rumah, kantor, kafe, restoran hingga sekolah.

Selain digunakan pada bangunan, material kayu juga favorit untuk furniture, misalnya bahan pembuatan tempat tidur, lemari, meja, kursi, serta jenis furniture lainnya.

Kayu meranti memang diminati karena memiliki kesan alami, mudah didesain dalam beragam bentuk.

1. Karakteristik Kayu Meranti

Secara umum, kayu meranti memiliki teksur dengan ciri batas lingkar tumbuhnya tidak jelas, pembuluh berpori baur. Serat kayu meranti termasuk dalam kelas terbaik, karena memiliki ikatan antar serat yang baik.

2. Jenis – Jenis Kayu Meranti

Meranti Merah

Meranti merah mudah ditemukan di Indonesia. Jenis meranti merah tumbuh di radius ketinggian sekitar 0 – 800 mdpl.

Karakteristik kayu ini memiliki warna agak gelap kemerahan serta coklat keunguan. Jenis meranti merah memiliki akar dengan daya tahan yang baik terhadap pembusukan, sehingga tidak mudah terserang hama. Oleh karena itu, kayu meranti merah cocok digunakan sebagai konstruksi bangunan seperti usuk, reng, kusen, pintu dan jendela.

Meranti Putih

Jenis Meranti Putih dapat tumbuh diketinggian hingga 1000 mdpl. Jenis tanah yang dapat ditumbuhi meranti putih latosol, podsolik merah-kuning, serta podsolik kuning.

Tekstur kayu meranti putih lebih halus daripada kayu meranti merah dan terlihat licin meski memiliki permukaan yang sedikit kasar. Kayu meranti putih umumnya digunakan untuk furnitur seperti lemari, meja, kursi, dan perabotan lainnya. Selain itu kayu meranti putih juga merupakan bahan dasar plywood atau multiplek atau triplek meranti.

Meranti Kuning

Karakteristik kayu meranti kuning memiliki tekstur yang paling kasar dibanding dengan kayu meranti merah dan kayu meranti putih. Pori-porinya besar dan mudah terlihat, sehingga diperlukan usaha ekstra untuk mengubahnya menjadi furnitur atau bagian rumah.       

Kayu meranti kuning memiliki warna kuning kecokelatan yang akan semakin bertambah gelap saat usianya semakin tua. Kayu meranti kuning juga lebih mudah mengalami pembusukan dan terserang serangga dibandingkan dengan kayu meranti merah.

3. Keunggulan Kayu Meranti

Kayu Meranti Mudah Dikeringkan

Kayu Meranti memiliki kandungan air 15%, dengan berat jenis 0,3 – 0,86. Meskipun memiliki kandungan air 15%, Tapi kayu meranti termasuk jenis kayu yang mudah dikeringkan dan dibebaskan dari kadar air yang terkandung di dalamnya.

Proses pengeringan kayu meranti bisa dilakukan secara alami dengan sinar matahari ataupun dengan memakai alat. Proses pengeringan diperlukan untuk menjaga ukuran dan bentuk kayu supaya tetap stabil.

Awet dan Tahan Lama

Menurut kekuatannya, jenis-jenis meranti merah dapat digolongkan dalam kelas kuat II-IV (hingga 11 tahun), sedangkan keawetannya tergolong dalam kelas III-IV (hingga 10 tahun). Terdapat 5 tingkatan klasifikasi kayu, semakin kecil tingkat kelas, semakin awet kayu suatu jenis kayu. Kayu Meranti merah juga cukup mudah diawetkan dengan menggunakan campuran minyak diesel dengan kreosot.

Kayu Meranti Merupakan Kayu Terbaik

Karena kayu meranti memiliki bentuk batang bulat silindris, tinggi total mencapai 40 – 50 m. Kulit kayu meranti beralur dangkal, berwarna keabu-abuan sampai coklat, memiliki batang lurus, berdiameter besar, bebas cabang, minim cacat mata kayu. Hal ini dikarenakan kayu meranti memiliki kemampuan pruning mandiri, sehingga menjadikan kayu ini mendekati sempurna!

Merupakan Bahan Baku Pembuatan Kertas

Kayu olahan dari kayu meranti cocok dijadikan bubur kayu, bahan utama pembuatan kertas.

Whatsapp Telepon SMS