Ternyata ini Manfaat Secondary Skin pada Sebuah Bangunan

Ternyata ini Manfaat Secondary Skin pada Sebuah Bangunan

Bagi orang awam, mungkin istilah secondary skin masih terdengar asing di telinga, namun sebenarnya tak asing di mata. Secondary skin merupakan salah satu bagian terluar dari fasad rumah yang umumnya tidak langsung menempel pada dinding eksterior rumah.

Fungsi secondary skin bukan hanya untuk mempercantik rumah, tetapi digunakan oleh para arsitek sebagai lapisan kedua yang berfungsi untuk melindungi rumah dari paparan sinar matahari yang terik.

Material yang digunakan untuk secondary skin bisa terbuat dari kayu solid, GRC, bambu tanaman merambat seperti Lee Kuan Yew. Pertimbangan yang harus dilakukan dalam memilih material adalah karakternya yang dapat meredam panas.

Fungsi Secondary Skin pada Bangunan Rumah

1. Melindungi Rumah dari Perubahan Cuaca

Saat sinar matahari muncul, secondary skin akan menjadi pelindung, dimana tidak semua cahaya akan masuk karena terhalang oleh kisi-kisi secondary skin.

Saat terjadi hujan disertai angina kencang, kehadiran secondary skin membuat debu, kotoran dan air hujan lebih sulit masuk ke dalam rumah. Sehingga hunian jadi lebih bersih dan sehat.

2. Menurunkan Suhu Ruangan

secondary skin pada rumah

Karena kemampuannya yang dapat menghalau sinar matahari masuk ke dalam rumah, secondary skin dapat meredam hawa panas yang dibawa oleh cahaya alami tersebut.

Secondary skin bisa digunakan untuk berbagai macam hunian, namun untuk fungsi maksimal, secondary skin bisa diaplikasikan untuk hunian yang menghadap ke timur atau barat.

3. Menambah Estetika Bangunan Rumah

Disamping fungsi utamanya, secondary skin punya fungsi dekoratif yang menjadi variasi seperti model minimalis, modern atau kontemporer. Selain itu material yang digunakan untuk membuat secondary skin beraneka ragam, mulai dari besi, kayu, bamboo, bahkan dari susunan botol kaca bekas.

4. Media Vertical Garden

vertical garden

Jika Anda termasuk penggemar tanaman hias, secondary skin yang terbuat dari tanaman dapat menciptakan kesan alami sekaligus unik pada hunianmu. Tanaman yang dapat menjadikan secondary skin adalah Lee Kwan Yew dan Vernonia Elliptica sebagai.

Cara membuat secondary skin dari tanaman sama prinsipnya dengan membuat taman vertikal. Tanaman diberi media untuk tumbuh di lahan vertikal.

Media yang umumnya berupa glasswool dan rockwool ini lalu dipasangkan pada rangka sehingga melapisi dinding asli. Tanaman-tanaman ini kemudian dibiarkan tumbuh rimbun sehingga semakin efektif menyerap panas.

5. Menambah Privasi

Banyak rumah bergaya kontemporer menerapkan bukaan lebar pada desain fasad rumah. Bagi sebagian orang, ada yang membutuhkan lebih banyak privasi tanpa harus membuka tutup tirai jendela rumah. Untuk mengakalinya secondary skin bisa jadi alternative penyelesaian masalah agar ruangan lebih privat namun tidak benar-benar tertutup.

6. Dapat Dioperasikan

secondary skin

Kini, sudah ada secondary skin yang dapat dioperasikan sehingga dapat dibuka tutup, bahkan digeser seperti pada pintu dan jendela rumah. Secondary skin ini dapat menciptakan desain fasad rumah yang dinamis.

Whatsapp Telepon SMS